Just keep on move
To face the reality you don’t need to same with the world, but just show a little faith

Setelah sekian lama ga nulis…

Happy New Year…

2009 Sukses yach…!!!!

“Mama”

Mama thank you for who I am
Thank you for all the things I’m not
Forgive me for the words unsaid
For the times
I forgot

Mama remember all my life
You showed me love,You sacrificed
Think of those young and early days
How I’ve changed
along the way

And I know you believed
And I know you had dreams
And I’m sorry it took all this time to see
That I am where I am because of your truth
I miss you, I miss you

Mama forgive the times you cried
Forgive me for not making right
All of the storms I may have caused
And I’ve been wrong
Dry your eyes

Mama I hope this makes you smile
I hope you’re happy with my life
At peace with every choice I made
How I’ve changed
Along the way
And I know you believed in all of my dreams
And I owe it all to you, Mama

Empat Lilin…

Ada 4 lilin yang menyala,

Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata:

“Aku adalah Damai

Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”

Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata:

“ Aku adalah Iman

Sayang aku tak berguna lagi.

Manusia tak mau mengenalku,

Utnuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”

Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara…

“ Aku adalah Cinta

Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.

Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.

Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”

Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.

Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:

“ Ekh apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

“Jangan takut,

Janganlah menangis,

selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

Akulah

HARAPAN”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….

…dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!!!

Believe…

Kita berdoa sepanjang malam namun sering dengan keraguan

Sehingga kita tidak yakin akan harapan kita sendiri

Sekarang kita tidak lagi takut meski banyak cobaan menanti

Karena sesungguhnya kita memiliki kemampuan yang bahkan tidak kita sadari

Berdoa dalam kekuatiran hanyalah kesia-siaan belaka

Dimana harapan akan semakin jauh dari kenyataan

Dan saat ini aku berdiri dengan teguh

Jiwaku menjadi baru, dan aku ingin bernyanyi dengan keyakinan yang kumiliki

Engkau akan mengalami keajaiban ketika engkau percaya

Tetaplah berharap bahkan ketika beban begitu berat

Karena keajaiban bias datang kapan saja, dimana saja

Dan dia datang hanya ketika kau percaya

Dan kau akan mengalaminya

Setiap jiwa punya panggilan, sebuah bakat, sesuatu yang telah ditakdirkan

Untuknya, sesuatu yang telah tertanam dalam diri kita sejak lahir

Jadi anggap saja kau telah menemukan bakatmu, lalu bekerja keraslah dan tekun

Untuk mengembangkan serta mengasahnya

Whitney Houston And Mariah Carey

Prince Of Egypt Soundtrack

WHEN YOU BELIEVE …

Many nights we prayed

With no proof anyone could hear

In our hearts a hope for a song

We barely understood

Now we are not afraid

Although we know there’s much to fear

We were moving mountains long

Before we knew we could

Reff.

There can be miracles, when you believe

Though hope is frail, it’s hard to kill

Who knows what miracles, you can achieve

When you believe somehow you will

You will when you believe

In this time of fear

When prayer so often proves in vain

Hope seems like the summer bird

Too swiftly flown away

Yet now i’m standing here

My heart’s so full, i can’t explain

Seeking faith and speakin’ words

I never thought i’d say

Reff…

They don’t know it’s often when you ask

And it’s easy to give in to your fear

But when you’re blind you find your pain

Can see or wake me through the rain

Boy, am i still resilient voice

Says love is the relief

8 Agust’08 malam, aku chatting…

Yup… saat yang benar-benar berharga bgt ^_^

…”bermimpilah selagi mimpi itu masih gratis,,,”

“beranilah punya impian, kalahkan rasa takutmu, selama ini aku takut bermimpi karena jujur aku takut merasakan sakit saat impian itu ga jadi kenyataan…”

Pengecut bgt memang…

Kita sering kali kalah dengan besarnya rasa takut di dalam diri kita…

There can be miracles, when you believe

Though hope is frail, it’s hard to kill

Who knows what miracles, you can achieve

When you believe somehow you will

You will when you believe

Ketika kita percaya, keajaiban-keajaiban itu akan terungkap dengan indahnya

You will when you believe…

Sesungguhnya miracles indah itu adalah diri kita sendiri…

Aku, kamu, kita semua dilahirkan sebagai pemenang…

Tuhan yang begitu sempurna menciptakan aku dan kamu seturut gambaranNya…

And I will be a star

When I believe somehow I will… and I believe it…

Thanks my brother… kau selalu hadir di saat aku begitu lemah, menguatkan aku…

Sampai kapan pun kasih di antara kita akan selalu indah

Karena ku yakin kita punya makna kasih yang sesungguhnya jauh di dasar hati kita…

Your little sister _ Ria…

Rabu, 16 Juli 2008

Pagi ini aku memutuskan untuk konsultasi dengan seorang psikolog (Ibu Ane), ingin tukar pikiran dengan ahlinya… Ada banyak hal yang ku dapat… Secret lah, karena menyangkut “who am I”, biarlah hati ini aja yang bercermin dan berbicara dalam bahasa kalbu sendiri…

Satu hal yang ingin ku sharing-kan adalah “jadilah menjadi diri kita sendiri, bukan berusaha menjadi pribadi yang diinginkan orang lain, bukan juga menjadi pribadi yang selalu tertekan pada sejuta macam aturan yang membelenggu agar tidak terkena hukuman dan sangsi, bukan juga menjadi pribadi yang selalu membangun mimpi-mimpi indah tanpa meletakkannya di sebuah tangan ajaib yang sesungguhnya ada untuk mengatur segalanya… Intinya, jadilah pribadi yang mengenal diri sendiri dan meletakkan segalanya di sebuah tangan ajaib yang berkuasa…

Sejenak aku mau merenung dan bertanya… Sebenarnya aku ingin seorang Ria yang seperti apa?… Apa sebenarnya impian yang akan ku bangun?… Apa hal yang paling ku senangi dalam hidup ini?… Pertanyaan-pertanyaan yang sulit ku jawab saat ini…Malang memang… Tapi aku ga mau menundanya lagi, aku mau mencari siapa sebenarnya aku dan perlahan tapi pasti mengakui setiap kelemahan yang ada…dan dari titik itulah akan menjadi titik balik yang menggembirakan… I hope it soon…

Baru-baru ini seseorang bilang samaku… “Beranilah untuk bermimpi”… Ntah sejak kapan aku ga pernah berani memimpikan sesuatu, ntah sejak kapan gelora impian itu redup dalam hati ini… Terkadang aku kagum melihat mereka-mereka yang mungkin sengaja dihadirkan Tuhan dalam keseharianku, orang-orang yang berani bermimpi dan tersenyum menggenggam inpian2 mereka…

Seseorang yang dulu sering bermimpi akan ingin nyetir sendiri dengan mobil yang terbuka menyusuri indahnya alam di jalanan aspal yang mulus dengan background alam Eropa sambil mendengarkan lagu country yang terdengar lewat speaker di mobilnya, impian itu pernah terdengar di telingaku sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu…dan setidaknya sang pemimpi sudah mulai mengenggam impiannya di Eropa sana sekarang… seorang anak kampung kecil yang berhasil meletakkan kakinya dan menimba ilmu disana… Hal yang indah…

Sang pemimpi yang lain juga memiliki kisah yang hampir sama, pribadi yang berani bermimpi juga… Seorang yang sebelum tidurnya sering menatap langit-langit kamarnya sambil merenung dan ingin mengulang perjalanan Marcopolo mengelilingi dunia ini, setidaknya sepenggal perjalanan sutera dari Marcopolo dan ingin punya teleskop bintang sendiri supaya bisa mengamati indahnya angkasa, setidaknya untuk menenangkan diri dari peantnya kehidupan…

Wow… mimpi-mimpi besar dan kadang terdengar aneh dan mungkin hampir mustahil… Ntah itu mimpi-mimpi mereka itu semua akan jadi kenyataan, setidaknya mereka sudah berani bermimpi… Sangat menyedihkan memang, seperti kondisi buruk yang sedang ku alami saat ini, sebuah kehidupan yang dimulai dengan bangun pagi di akhiri dengan tidur di malam hari tapi hampa, kosong dan tak bermakna, tak dihiasi oleh mimpi-mimpi indah itu… Seperti gurun pasir yang kering dan tandus…

So… walau terkesan agak terlambat…tapi lebih baik mulai dari sekarang daripada tidak akan pernah sama sekali… Hidup ini harus penuh dengan perubahan agar lehih indah…

Ok…sekarang aku mau tidur dulu, mau istirahat, semoga sejuta berkat menghampiriku di malam ini dan esok pagi ku jemput bintang-bintang berkat itu dengan senyum…

Mata ini bisa terpejam setelah jam dinding di kamarku menunjukkan jam 3 dini hari. Berusaha mengalihkan penatnya pikiran ini dengan cara menonton film2 yang minggu lalu memang ku beli dan baru sempat dinonton sebagian saja.

Mala mini aku nonton -21- it’s so nice… Lewat film ini aku belajar bahwa segala sesuatu yang jadi impian kita perlu diperjuangkan. Hingga suatu saat kita membuat semua orang di sekeliling kita terpesona dan akhirnya kita mampu melewati halaman kebahagiaan dalam hidup ini. Film ini menceritakan seorang yang bercita-cita belajar di Harvard Medical School, yang dalam perjuangannya untuk mencari biaya agar dapat kuliah disana akhirnya terjebak dalam gemerlap dan sekaligus rumitnya kehidupan di Las Vegas, Kota Judi dunia ini. Layak dinonton lah…ga ngecewainlah…

Terus lanjut lagi nonton “Dedication” yang mengajarkan bahwa hidup ini adalah loncatan tunggal untuk mencapai kebahagiaan dan terkadang kita menyadari sesuatu yang sebenarnya berharga di depan mata saat kita sudah kehilangan hal tersebut.

Trus lanjut lagi nonton “What happens in Vegas” … Yup akhirnya,,,setelah mata terasa lelah menatap monitor komputer…aku akhirnya membaringkan diri di kasur menatap langit-langit, sambil mengucap syukur buat segala hal yang bisa ku alami…

Mengejar Impian…

Po, si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu. Tak disangka, dalam suatu kompetisi, Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung. Saat menonton film animasi ini, kita seperti diingatkan tentang beberapa hal:

1. The secret to be special is you have to believe you’re special. Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, “You just need to believe”

2. Teruslah kejar impianmu. Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, “kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present ( hadiah).” Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.

3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri. Master Shi Fu ogah-ogahan melatih Po. Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah Shi Fu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya. Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.

4. Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri. Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain. Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan.

5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah. Master Shi Fu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya. Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru.

6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu. Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.

7. Keluarga sangatlah penting. Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Podapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

“Kan Shu De Gu Shi”

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu.”

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”

“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga,” kata si penebang.

“Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apa pun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan.

Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

“Xiu Xi Bu Shi Zou Deng Yu Chang De Lu”

Istirahat bukan berarti berhenti.

”Er Shi Yao Zou Geng Chang De Lu”

Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi.

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru!

Pendidikan adalah satu-satunya pedang terampuh untuk memotong mata rantai kemiskinan, ntah itu kemiskinan finansial maupun kemiskinan batin dan ilmu. Indonesia pada umumnya dan Sumatera Utara pada khususnya masih sangat rawan dengan kemiskinan, kondisi masyarakat yang sangat mengiris hati menurutku. Miskin karena tidak mengecap pendidikan yang layak, miskin yang sudah menahun dari generasi ke generasi, miskin karena kondisi negara yang semakin memburuk. Ingin air mata ini menetes melihat kondisi negeri yang benar-benar memilukan ini, di tengah gap yang terlalu besar antara kehidupan para pembesar yang penuh kenikmatan dengan kehidupan masyarakat kecil yang untuk makan sesuap nasi pun sekali sehari harus meneteskan keringat dan benar-benar berjuang. Makan untuk menyambung hidup saja susah apalagi untuk menikmati indahnya belajar dan bersekolah.

Namun menurutku, satu-satunya pedang yang ampuh untuk keluar dari kondisi kemiskinan yang memilukan adalah lewat pendidikan. Belajar akan membuka cakrawala kita, lewat belajar kita bisa mencari jalan yang lebih baik untuk bertahan hidup,,, namun, masalahnya adalah bagaimana masyarakat kita yang hidup dalam kondisi miskin bisa mengenyam pendidikan dengan harapan bisa memperbaiki hidup agar lebih baik lagi, sementara untuk makan saja mereka susah. Di negeri ini sulit menemukan yang gratis, emang zaman sudah benar-benar edan. Mari kita pikirkan bersama…

Categories