Sang Pemimpi …
… “Setiap peristiwa di jagat raya ini adalah potongan-potongan mozaik. Terserak disana sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. Namun, perlahan-lahan ia akan bersatu membentuk sosok. Mozaik-mozaik itu akan membentuk siapa dirimu dewasa nanti. Lalu apapun yang kau kerjakan dalam hidup ini, akan bergema dalam keabadian…”
“Maka berkelanalah di atas muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu!” (Hal 72, Sang Pemimpi, Andre Hirata)
Karya ke dua ini dari tetralogi Laskar Pelangi buah karya Andrea Hirata menarikan imajinasi dan melantunkan stambul mimpi-mimpi dua anak Melayu kampung yaitu Ikal dan Arai. Anak-anak kampung yang berani menggantungkan cita-citanya di bulan dan mengejar mimpinya: ingin sekolah ke Prancis, ingin menginjakkan kaki-kaki miskin mereka di atas altar suci almamater Sorbonne, ingin menjelajahi Eropa sampai ke Afrika. Perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah perkasa yang menyelimuti hari-hari masa-masa remaja mereka. Dan rangkaian kisah di novel ini ditutup dengan kisah bahagia, Ikal dan Aria, sang pemimpi itu menerima beasiswa melanjutkan kuliah S2 di Univesite’ de Paris, Sorbonne, Prancis.
Sungguh mengagumkan, kembali menyadarkan aku “Bermimpilah, selagi mimpi itu belum dilarang… Kejar dan wujudkanlah mimpi-mimpi indah itu menjadi kisah yang berharga dan penuh bahagia… “. Novel ini juga mengingatkan aku akan rangkaian kisah di film “Persuit of Happyness” yang dibintangi Will Smith… Setelah membaca novel ini semangat di dalam hati ini seakan bangun dari kehampaan dan kelesuannya, bergelora menyentak jiwa dan membangunkan aku dari lamunan panjang selama ini…
Sore hari ini juga,,, aku kembali memproklamirkan setiap impianku di dalam hatiku dan menegaskan kembali bahwa setiap mimpiku itu akan ku genggam bahagia kelak… Apa coba? Hehehehe….. (Mau tahu aja ^_^) Hmmm……..