Archive for Pelajaran Hidup^_^

Berhentilah menjadi Gelas…


Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ” sang Guru bertanya.

“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, ” jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.” Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.

“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis. Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan. “Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.” Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan sang guru, begitu pikirnya.

“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau. Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?”

“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”
“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas. “Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.

Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”

Si murid terdiam, mendengarkan. “Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan kalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”

Bukan Hari Bekas

Dikutip dari seorang teman dekatku yang menuliskan notenya di facebook,ku terinsipirasi dan ku benar2 baru nemuin maknanya yang pas buat nats ini dari sekian banyak makna..Thanks my friend:)

“Saya bangun pagi-pagi hari ini dan mencari tahu
Apakah memang hari ini hari yang baru?
Sebab Tuhan telah berjanji bahwa dia akan selalu memberikan hari yang baru
Dari pagi hari sampai siang hari saya lihat tidak ada yang bekas pada hari ini
Sampai sore ini aku amati dan perlahan-lahan aku teliti
Tak sedikitpun hari ini yang bekas
atau tambalan dari hari kemarin
Semuanya baru
Ternyata Dia berkata benar
Hari ini adalah hari yang baru, bukan hari bekas
Terima kasih Tuhanku”

Kata-Kata Bijak dari Mario Teguh..


SEMAKIN ENGKAU BERJANJI, SEMAKIN ENGKAU DIUJI.

Tidak ada orang yang mengumumkan kepada dirinya atau kepada alam – bahwa dia akan menjadi pribadi yang baru – yang tidak diuji keterlepasannya dari kualitas-kualitas lama-nya.

Maka bersabarlah.

Kadang-kadang kesabaran hanya cukup dibayar dengan waktu – maka biarkanlah.

Kadang-kadang biayanya lebih mahal – yaitu engkau harus membungkus kepedihanmu dalam rajutan senyum dan tenunan tawa kecil mu.

Dan tidak jarang juga harganya demikian mahal – sehingga engkau sering harus tersenyum di bawah hujan – agar air matamu menuang rindu kepada saudaranya yang turun dari langit, dan dengannya wajah terbaikmu terselamatkan.

Bukan kah itu semuanya indah?

Indah sekali …

Karena, jika hatimu indah, kesedihanmu pun indah. Seindah apa pun, yang dilihat oleh sudut pandang yang indah.

Maka berkasih sayanglah kepada saudaramu yang bersedih hati. Karena akan datang giliranmu untuk membutuhkan kemudahan dari jiwa lain untuk memelukmu dalam kepedihanmu.

Maka dalam gembiramu – gembirakanlah saudaramu.

Dan juga dalam sedihmu – gembirakanlah saudaramu sebagai cara untuk menggembirakan dirimu.

Ketahuilah, bahwa semakin engkau tidak bergantung kepada penggembiraan dari jiwa lain, engkau semakin berhak untuk digembirakan.

Setiap jiwa yang menanti, akan menanti bersamamu.

Dan jika banyak dari mereka yang sulit menemukan kesabaran dalam hati mereka, tugaskanlah dirimu sebagai pendamping bagi penyabaran mereka.

Engkau tidak perlu ahli bersabar untuk kemudian menjadi pribadi yang anggun dalam penantian-penantianmu, karena dalam upayamu membantu saudara-saudaramu bersabar – engkau akan disabarkan.

Maka selalu ingatlah ini,

Karena engkau telah mengumumkan kepada dirimu dan kepada alam – bahwa engkau akan menjadi pribadi yang baru, maka engkau akan diuji keterlepasan-mu dari kualitas-kualitas lama-mu.

Maka bersabarlah.

Sesungguhnya sabar adalah kualitas yang kau butuhkan saat permintaan-permintaanmu mengambil bentuknya yang baru, sebagai jawaban dan hadiah dari Tuhan-mu.

Maka indahkanlah hatimu.

Karena yang sedang mendatangimu adalah keindahan yang kau sebabkan bagi dirimu sendiri.

Empat Lilin

Empat Lilin…

Ada 4 lilin yang menyala,

Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata:

“Aku adalah Damai

Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”

Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata:

“ Aku adalah Iman

Sayang aku tak berguna lagi.

Manusia tak mau mengenalku,

Utnuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”

Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara…

“ Aku adalah Cinta

Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.

Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.

Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”

Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.

Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:

“ Ekh apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

“Jangan takut,

Janganlah menangis,

selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

Akulah

HARAPAN”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….

…dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!!!

WHEN YOU BELIEVE

Whitney Houston And Mariah Carey

Prince Of Egypt Soundtrack

WHEN YOU BELIEVE …

Many nights we prayed

With no proof anyone could hear

In our hearts a hope for a song

We barely understood

Now we are not afraid

Although we know there’s much to fear

We were moving mountains long

Before we knew we could

Reff.

There can be miracles, when you believe

Though hope is frail, it’s hard to kill

Who knows what miracles, you can achieve

When you believe somehow you will

You will when you believe

In this time of fear

When prayer so often proves in vain

Hope seems like the summer bird

Too swiftly flown away

Yet now i’m standing here

My heart’s so full, i can’t explain

Seeking faith and speakin’ words

I never thought i’d say

Reff…

They don’t know it’s often when you ask

And it’s easy to give in to your fear

But when you’re blind you find your pain

Can see or wake me through the rain

Boy, am i still resilient voice

Says love is the relief

8 Agust’08 malam, aku chatting…

Yup… saat yang benar-benar berharga bgt ^_^

…”bermimpilah selagi mimpi itu masih gratis,,,”

“beranilah punya impian, kalahkan rasa takutmu, selama ini aku takut bermimpi karena jujur aku takut merasakan sakit saat impian itu ga jadi kenyataan…”

Pengecut bgt memang…

Kita sering kali kalah dengan besarnya rasa takut di dalam diri kita…

There can be miracles, when you believe

Though hope is frail, it’s hard to kill

Who knows what miracles, you can achieve

When you believe somehow you will

You will when you believe

Ketika kita percaya, keajaiban-keajaiban itu akan terungkap dengan indahnya

You will when you believe…

Sesungguhnya miracles indah itu adalah diri kita sendiri…

Aku, kamu, kita semua dilahirkan sebagai pemenang…

Tuhan yang begitu sempurna menciptakan aku dan kamu seturut gambaranNya…

And I will be a star

When I believe somehow I will… and I believe it…

Thanks my brother… kau selalu hadir di saat aku begitu lemah, menguatkan aku…

Sampai kapan pun kasih di antara kita akan selalu indah

Karena ku yakin kita punya makna kasih yang sesungguhnya jauh di dasar hati kita…

Your little sister _ Ria…

Mengejar Impian…

Mengejar Impian…

Po, si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu. Tak disangka, dalam suatu kompetisi, Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung. Saat menonton film animasi ini, kita seperti diingatkan tentang beberapa hal:

1. The secret to be special is you have to believe you’re special. Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, “You just need to believe”

2. Teruslah kejar impianmu. Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, “kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present ( hadiah).” Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.

3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri. Master Shi Fu ogah-ogahan melatih Po. Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah Shi Fu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya. Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.

4. Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri. Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain. Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan.

5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah. Master Shi Fu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya. Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru.

6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu. Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.

7. Keluarga sangatlah penting. Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Podapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

Kisah Seorang Penebang

“Kan Shu De Gu Shi”

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu.”

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”

“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga,” kata si penebang.

“Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apa pun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan.

Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

“Xiu Xi Bu Shi Zou Deng Yu Chang De Lu”

Istirahat bukan berarti berhenti.

”Er Shi Yao Zou Geng Chang De Lu”

Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi.

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru!

dari Khalil Gibran…

Saling mencintailah, namun jangan sampai kalian membelenggu cinta

Biarkanlah cinta bergerak senantiasa seperti aliran sungai

yang mengalir lincah di antara kedua belahan jiwa

Berikanlah hatimu, namun jangan saling menguasainya…

Sebab hanya Tangan Kehidupan yang akan mampu menggapainya

Tegaklah berdiri berjajar, namun jangan terlalu dekat

Bukankah tiang-tiang penyangga candi tidak dibangun terlalu rapat?

Dan pohon jati serta pohon cemara,

tidak tumbuh dalam bayangannya masing-masing…

(Khalil Gibran)

Sepenggal dari Ayub Yahya

Cinta menutupi kekurangan

Karena itu,

janganlah kita mencintai seseorang karena ia istimewa –

entah sikap dan sifatnya,

entah juga apa-apa yang dimilikinya.

Itu cinta yang berpamrih, bersyarat dan tidak tulus

Tetapi jadikanlah seseorang itu istimewa

Karena kita mencintainya

Maka, tanamlah cinta ; dalam hati, dalam pikiran,

Dalam langkah…

Pupuklah itu. Hidup akan terasa lebih ringan

Dunia akan terasa lebih indah

Dan, jiwa kita pun merdeka. Sungguh…

(Ayub Yahya, Ku Gapai Hadir-Mu)

Our love will lead us back…

Love Will Lead You Back

By: Dayne Taylor

Saying goodbye is never an easy thing

But you never said you’d stay forever

So if you must go,

Oh, Darling I’ll set you free

But I know in time

We’ll be together

I will try to stop you now from leaving

Cause in My Heart I know

Love will lead you back

Some day I just know that

Love will lead you back to my arms

Where you belong

I’m sure, sure as stars are shining

One day you will find me again

You won’t be long

One of these days our love

Will lead you back

One of these nights

Oh I’ll hear your voice again

You’re gonna say

How much you miss me

You’ll walk out this door, but

Some day you’ll walk back in

Darling I know, I know this will be

Sometimes it takes some time out on your own

To find your way back home

Love will lead you back

Some day I just know that

Love will lead you back to my arms

Where you belong

I’m sure, sure as stars are shining

One day you will find me again

It won’t be long

One of these days our

Love will lead you back

Cause I will try to stop you now from leaving

Cause in My Heart I know

Some day I just know that

Love will lead you back to my arms

Where you belong.

I’m sure, sure as stars are shining

One day you will find me again

It won’t be long

One of these days

Our love will lead you back

Love will lead you back

Some day, I just know that

Love will lead you back to my arms

It won’t be long

One of these days our

Love will lead you back

Argh…

Hmmmm….

Sekedar ngutip sebuah rangkaian kata dari film “How to deal” …

..” Di dunia ini tak ada yang sempurna,namun bukan berarti itu tak berharga…”

Sebuah perasaan “kasih” dan “sayang” akan menuntun segalanya kembali ke pada labuhan nya yang indah, ntah kapan…tapi hari itu ada dan pasti, ketika segala ketidaksempurnaan yang kita miliki akan terbalut oleh kasih, menuntun kita semua pada sebuah dekapan yang hangat.

Yup…sepasti matahari akan bersinar setiap pagi mengusir embun dingin, sepasti bintang akan menghiasi langit di malam yang cerah… kita semua akan dituntun kembali kepada labuhan kasih yang hangat oleh kasih itu sendiri, ntah dalam kondisi bagaimana, dengan caranya yang penuh miracle.

One of these days, our love will lead us back…

« Previous entries