Archive for ragam serba serbi

Just Keep on Move

Just keep on move
To face the reality you don’t need to same with the world, but just show a little faith

Setelah sekian lama ga nulis…

Happy New Year…

2009 Sukses yach…!!!!

MAMA…

“Mama”

Mama thank you for who I am
Thank you for all the things I’m not
Forgive me for the words unsaid
For the times
I forgot

Mama remember all my life
You showed me love,You sacrificed
Think of those young and early days
How I’ve changed
along the way

And I know you believed
And I know you had dreams
And I’m sorry it took all this time to see
That I am where I am because of your truth
I miss you, I miss you

Mama forgive the times you cried
Forgive me for not making right
All of the storms I may have caused
And I’ve been wrong
Dry your eyes

Mama I hope this makes you smile
I hope you’re happy with my life
At peace with every choice I made
How I’ve changed
Along the way
And I know you believed in all of my dreams
And I owe it all to you, Mama

BELIEVE…

Believe…

Kita berdoa sepanjang malam namun sering dengan keraguan

Sehingga kita tidak yakin akan harapan kita sendiri

Sekarang kita tidak lagi takut meski banyak cobaan menanti

Karena sesungguhnya kita memiliki kemampuan yang bahkan tidak kita sadari

Berdoa dalam kekuatiran hanyalah kesia-siaan belaka

Dimana harapan akan semakin jauh dari kenyataan

Dan saat ini aku berdiri dengan teguh

Jiwaku menjadi baru, dan aku ingin bernyanyi dengan keyakinan yang kumiliki

Engkau akan mengalami keajaiban ketika engkau percaya

Tetaplah berharap bahkan ketika beban begitu berat

Karena keajaiban bias datang kapan saja, dimana saja

Dan dia datang hanya ketika kau percaya

Dan kau akan mengalaminya

Setiap jiwa punya panggilan, sebuah bakat, sesuatu yang telah ditakdirkan

Untuknya, sesuatu yang telah tertanam dalam diri kita sejak lahir

Jadi anggap saja kau telah menemukan bakatmu, lalu bekerja keraslah dan tekun

Untuk mengembangkan serta mengasahnya

Pendidikan Pedang Ampuh Berantas Kemiskinan

Pendidikan adalah satu-satunya pedang terampuh untuk memotong mata rantai kemiskinan, ntah itu kemiskinan finansial maupun kemiskinan batin dan ilmu. Indonesia pada umumnya dan Sumatera Utara pada khususnya masih sangat rawan dengan kemiskinan, kondisi masyarakat yang sangat mengiris hati menurutku. Miskin karena tidak mengecap pendidikan yang layak, miskin yang sudah menahun dari generasi ke generasi, miskin karena kondisi negara yang semakin memburuk. Ingin air mata ini menetes melihat kondisi negeri yang benar-benar memilukan ini, di tengah gap yang terlalu besar antara kehidupan para pembesar yang penuh kenikmatan dengan kehidupan masyarakat kecil yang untuk makan sesuap nasi pun sekali sehari harus meneteskan keringat dan benar-benar berjuang. Makan untuk menyambung hidup saja susah apalagi untuk menikmati indahnya belajar dan bersekolah.

Namun menurutku, satu-satunya pedang yang ampuh untuk keluar dari kondisi kemiskinan yang memilukan adalah lewat pendidikan. Belajar akan membuka cakrawala kita, lewat belajar kita bisa mencari jalan yang lebih baik untuk bertahan hidup,,, namun, masalahnya adalah bagaimana masyarakat kita yang hidup dalam kondisi miskin bisa mengenyam pendidikan dengan harapan bisa memperbaiki hidup agar lebih baik lagi, sementara untuk makan saja mereka susah. Di negeri ini sulit menemukan yang gratis, emang zaman sudah benar-benar edan. Mari kita pikirkan bersama…

Kisah Christopher Reeve dan Istrinya…

Teman-teman…

Aku baru selesai baca buku “And They Lived Happily Ever After” karya Ayub Yahya dan nemuin sesuatu yang indah dan berharga.. Kali ini aku mau sharing-in juga, semoga bisa jadi teladan buat kita semua kelak…

Saya berjanji kepadamu untuk mengasihi dan mencintaimu sampai maut memisahkan kita.

Saat ini di hadapan semua orang, saya mengaku…

Saya minta maaf, saya telah berbohong…

Saya tidak dapat mencintai dan mengasihimu sampai maut memisahkan kita

Saya tidak bisa…

Saya tidak bisa berhenti mencintaimu…

Walaupun maut memisahkan kita

Maafkan saya…

Itulah sepenggal kalimat yang terucap oleh Dana Reeve, istri aktor pemeran Superman, Christopher Reeve pada saat pemakaman suaminya itu…

Sungguh kasih yang abadi dan mengabadikan

Buat teman-teman yang dalam waktu dekat ini ada rencana buat memulai kehidupan yang baru dengan seseorang yang disayanginya, semoga kisah ini bisa jadi berkat yach…

Tu akka dongan na dao dope sian planning on, gpp lah buat modal awal biar serius klo lagi “pdkt” berharap kita semua bisa merasakan pengalaman kasih sayang seperti yang dirasakan Dana Reeve dan Christopher Reeve… So sweet…

Akankah kelak aku bisa merasakan makna kasih sesungguhnya pada titik seperti yang mereka alami? Hmm… Amien…

“Sang Pemimpi”

Sang Pemimpi …

… “Setiap peristiwa di jagat raya ini adalah potongan-potongan mozaik. Terserak disana sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. Namun, perlahan-lahan ia akan bersatu membentuk sosok. Mozaik-mozaik itu akan membentuk siapa dirimu dewasa nanti. Lalu apapun yang kau kerjakan dalam hidup ini, akan bergema dalam keabadian…”

“Maka berkelanalah di atas muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu!” (Hal 72, Sang Pemimpi, Andre Hirata)

Karya ke dua ini dari tetralogi Laskar Pelangi buah karya Andrea Hirata menarikan imajinasi dan melantunkan stambul mimpi-mimpi dua anak Melayu kampung yaitu Ikal dan Arai. Anak-anak kampung yang berani menggantungkan cita-citanya di bulan dan mengejar mimpinya: ingin sekolah ke Prancis, ingin menginjakkan kaki-kaki miskin mereka di atas altar suci almamater Sorbonne, ingin menjelajahi Eropa sampai ke Afrika. Perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah perkasa yang menyelimuti hari-hari masa-masa remaja mereka. Dan rangkaian kisah di novel ini ditutup dengan kisah bahagia, Ikal dan Aria, sang pemimpi itu menerima beasiswa melanjutkan kuliah S2 di Univesite’ de Paris, Sorbonne, Prancis.

Sungguh mengagumkan, kembali menyadarkan aku “Bermimpilah, selagi mimpi itu belum dilarang… Kejar dan wujudkanlah mimpi-mimpi indah itu menjadi kisah yang berharga dan penuh bahagia… “. Novel ini juga mengingatkan aku akan rangkaian kisah di film “Persuit of Happyness” yang dibintangi Will Smith… Setelah membaca novel ini semangat di dalam hati ini seakan bangun dari kehampaan dan kelesuannya, bergelora menyentak jiwa dan membangunkan aku dari lamunan panjang selama ini…

Sore hari ini juga,,, aku kembali memproklamirkan setiap impianku di dalam hatiku dan menegaskan kembali bahwa setiap mimpiku itu akan ku genggam bahagia kelak… Apa coba? Hehehehe….. (Mau tahu aja ^_^) Hmmm……..

Laskar Pelangi

Laskar Pelangi …

Akhirnya selesai juga ku baca karya Andrea Hirata, buku pertama dari tetralogi karyanya.

Sebuah karya yang hadir dalam kesederhanaan dan beratnya perjuangan hidup. Sebuah karya yang membuat kita para pembaca seakan ikut terhanyut dalam rangkaian cerita yang ada. Terhanyut dalam indahnya perjuangan hidup yang dipenuhi dengan cinta. Seperti rangkaian kata yang tertulis di dalam sampul buku ini … “ Tidak pernah ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta yang murni dan tulus. Cinta yang mendalam menebarkan energi positif yang tidak hanya mengubah hidup seseorang, tetapi juga menerangi kehidupan orang banyak…”

Laskar pelangi merupakan anak-anak dari latar belakang kehidupan yang benar-benar miskin di Belitong, di sebuah Pulau kecil dimana PN Timah, perusahaan besar yang mengorek kekayaan bumi negeri ini ada. Sebuah pulau dimana kasta antara petinggi PN Timah berlimpah dengan segala kenikmatan dunia ini sementara kemelaratan dan susahnya hidup begitu dirasakan oleh masyarakat Belitong dan para buruh PN Timah… Kasta yang sangat memprihatinkan, inilah kekejaman yang terjadi di negeri ini.

Namun, yang menarik adalah bagaimana kisah masa kecil dari para laskar pelangi menjemput masa depannya masing-masing. Bagaimana mereka akhirnya memaknai hidup ini dan menemukan jalannya masing-masing. Yang paling berkesan buatku adalah Lintang, seorang anak laki-laki yang begitu jenius, saat anak-anak seumuran SD bersama dia belajar bagaimana proses aritmatika, tambah- jumlah – kurang dan membagi angka, pikirannya sudah membedah habis teori-teori Einstein, Andre Ampere, teori cahaya dan warna dan banyak lagi teori yang seharusnya menjadi bagian mahasiswa di perguruan tinggi. Dengan segala keterbatasan dia terus belajar, buku-pelajaran-sekolah adalah hal yang begitu membuat hidupnya menarik dan bersemangat.

Namun, pada akhirnya di kelas 3 SMP, ayahnya meninggal dunia, sementara dia anak laki-laki satu-satunya di keluarganya yang bisa diharapkan menyambung hidup keluarganya, benar-benar mengiris hati saat dia harus putus sekolah karena alasan kemiskinan. Negeri ini kehilangan Einstein-nya, negeri ini kehilangan potensi besar yang harus dibenamkan dalam pekerjaan kuli yang begitu keras di PN Timah, yang notabene sebenarnya negeri ini sangat kaya. Pemandangan yang seharusnya membuat hati para koruptor di negeri ini malu dan bunuh diri saja, karena terlalu mementingkan perutnya yang buncit dan akan hampir meledak itu karena kekenyangan makan uang yang bukan seharusnya miliknya. Tragis memang…

Lewat buku ini benar-benar pandanganku dibukakan terhadap rumitnya jalan hidup yang harus kita jalani yang diwakili oleh laskar-laskar pelangi . Buku ini mampu membangkitkan gairah semangat menghadapi hidup walau kerikil tajam harus kita jalani, membangkitkan rasa cinta di dalam hati walau telah berulang kali cinta mengkhianati hati kita, menuntun kita bagaimana bangkit dari setiap keterpurukan hidup dan memaknai hidup agar lebih indah walau sebenarnya airmata tak terelakkan menetes pedih.

Tunggu saja cerita menarik berikutnya dari buku kedua “ Sang Pemimpi” …

Satu titik dalam relativitas waktu:

Saat inilah masa depan itu…

Senin pagi, 21 April 2008

Hujan terus mengguyur Kota Bandung sejak malam tadi hingga pagi ini. Jam dinding sudah menunjukkan jam7 namun matahari masih terbenam dalam selimut awan yang tebal, hangatnya pun belum dapat kurasakan mencairkan darah-darah yang membeku di tubuh ini. Hangatnya selimut putih lembut tuk terus berbaring bermanja di atas kasur mengajakku untuk enggan menyentuh air menyikat gigi dan melakukan aktifitas ku.

Akhirnya kuputuskan untuk tidak beranjak dulu dari hangatnya selimutku, setelah mengucap syukur buat malam yang telah berlalu dalam lindungan kasihNya, kukirimkan sebuah sms buat mama dan bapak menanyakan kabar mereka dan sebuah sms lagi mengucapkan selamat istirahat malam buat seseorang tersayang yang jauh disana. Kemudian ku hanyut kembali dalam cerita dan kisah2 dari sebuah novel Indonesia karangan Andrea Hirata “Laskar Pelangi”. Sejak kemarin sore aku membenamkan diri serasa ikut merasakan kisah2 yang dipaparkan dalam buku itu, baru seperempat dari kisah di buku itu yang masih kubaca keburu rasa ngantuk dan lelah kemarin menjemputku ke dalam peraduan malam.

Kisah yang sangat menyentuh, salut buat Andrea Hirata… wajar klo buku ini bisa mengambil perhatian jadi best seller di toko2 buku di negeri ini. Mengajakku mengingat kembali masa kanak2ku (childhood memories) di sebuah kota kecil di Sumatera Utara. Lewat buku ini aku melihat suatu keajaiban besar yang dapat mengubah dunia yaitu “pendidikan”. Benar-benar membangkitkan semangat dan mengajakku mengucap syukur buat setiap apa yang bisa kurasakan sejak aku kecil dibesarkan dalam keluarga yang sederhana di sebuah kota kecil yang bisa ditempuh dari Kota Medan 4-5 jam dengan menggunakan kendaraan dan harus berjuang menghadapi jalan aspal yang berlubang-lubang dan berkelok-kelok mengocok perut dan ingin mengeluarkan isinya, perjalanan yang sebenarnya cukup menyiksa namun selalu kulewati dengan rasa senang.

Tapi jangan salah,,, banyak bibit unggul dari kota kecil ini, banyak calon-calon orang berhasil dari kota kecil yang kotanya dari dulu sampai sekarang nggak pernah terlihat ada perubahan kecuali kota yang semakin tua ini dan sudah banyak orang berhasil dari kota kecil yang tapi cukup nyaman ini namun sayangnya tak seberapa dari mereka punya niat untuk kembali membangun kota ini. Apa yang pernah kulihat sejak aku SD itu juga yang selalu kutemui kalau aku pulkam alias pulang kampung. Ada sich yang cukup menghibur hati sekarang, Objek Wisata Taman Iman. Bukit-bukit yang dibentuk dan dihias dengan lukisan, patung, rumah2ibadah dari 5 agama di Indonesia dan kisah2 cerita kitab suci, cukup indah… Semoga tidak luntur keindahan ini dan selalu lahir orang-orang yang mau peduli. Banyak kisah yang terukir dan lahir dari sebuah kota kecil ini, 2 paragraf ini tak cukup mengisahkan kota masa kecilku ini, lain kali kita sambung dengan kisah lainnya. Thanks buat Andrea Hirata buat rangkaian ceritanya mengingatkanku bahwa banyak pojok2 di negeri ini yang menjadi kantong kemiskinan yang belum tersentuh… Sebagai contoh: Tanah Batak yang kaya akan potensi SDM sebenarnya namun tenggelam karena jerat kemiskinan… Semoga dari generasiku, teman-temanku…dari antara kami suatu saat nanti muncul orang2 yang peduli…

Argh…membuatku jadi rindu pulang kampung dan mengingat setiap rangkaian nostalgia bersama orang yang kusayangi, bersama dengan teman-teman sepermainanku dulu… Sekarang waktunya buat berjuang dulu, Ria!!!!

Cheers….

ESTER – Wanita yang Kuat dan Mulia!!!

Gw baru selesai baca buku Charles R. Swindoll “Ester – Wanita yang Kuat dan Mulia” … Dia akan selalu dikenang sebagai satu-satunya ratu yang berani melakukan intervensi… tadi subuh setelah terbangun dari tidur dan mata tak bisa lagi terpejam.

Ester memperlihatkan pesona dan keelokannya. Pengendalian dan penguasaan diri. Memiliki roh yang bisa diajar. Kesederhanaan dan keaslian. Sebuah pribadi yang menawan hati. Kerendahan hati, kekuatan dan ahrga diri. Tetapi yang paling utama, kehadiran Ratu Ester di hadapan istana Raja Ahasyweuros membawa nya dan bangsanya ke sebuah pencerahan dan titik balik. Kisah yang ditetapkan Tuhan begitu menakjubkan, Dia mengubah anak seorang hamba menjadi Ratu Persia dan menyelamatkan bangsa Yahudi yang dibuang ke Persia dan terancam akan dipunahkan oleh kekuasaan Haman, sang perdana menteri. Yang terutama, kita melihat kasih karunia, iman, dan keberanian yang mengidentifikasikan Ester sebagai wanita yagn berkenan di Mata Tuhan.

Dari peristiwa Ester kita belajar, bahwa pria dan wanita (Mordekhai dan Ester) dan kita semua Mordekhai-Mordekhai dan Ester-Ester zaman kini tidak akan menjadi besar karena kekuatan mereka sendiri, tetapi semata-mata karena dikuatkan Tuhan ketika mereka menyerahkan hidup mereka kepadaNya. Sesungguhnya, kehidupan besar di mata Tuhan ada di dalam jangkauan setiap orang yang tunduk kepadaNya.

Saya ingin meminjam perkataan “Bestie ten Boom” … tidak ada lubang yang terlalu dalam sehingga Ia tidak lebih dalam lagi. Tidak ada hati yang begitu keras sehingga Ia tidak mampu mengubahnya. Tidak ada tulisan yang begitu permanen sehingga ia tidak mampu menghapusnya. Tidak ada pemandangan yang begitu gelap sehingga ia tidak mampu meneranginya.”

Hati yang begitu keras dari seorang Haman yang licik, picik dan penuh kebencian kepada bangsa yahudi khususnya Mordekhai akhirnya diremukkan di sula/salib yang dibuatnya sendiri untuk menyulakan Mordekhai karena kebencian dan kekuasaan raja yang disalahgunakannya. Hati raja Ahasyweros yang penuh dengan kuasa, hanya dengan sebuah lambaian tangannya, menyebabkan seseorang akan tetap hidup atau mati ke kerajaan Persia, pada akhirnya tiba-tiba berubah… yang dengan mengulurkan tongkat emasnya kepada Ester dan mendengarkan permohonan Ester. Menakjubkan!!!!

Tidak ada hati yang begitu keras sehingga Allah tidak mampu menembusnya. Tidak ada kehendak yang begitu kokoh sehingga Ia tidak mampu mengatasinya, kapan saja Ia menginginkannya. Tidak seorangpun – Tidak peduli siapa dan tidak peduli betapa berkuasanya orang tersebut ~ yang dapat menandingi Allah yang hidup. Tidak ada hati yang begitu keras sehingga ia tidak bisa menajdi hancur di tangan Tuhan.

Yang sangat kuteladani dari Ratu Ester adalah kerendahan hatinya untuk berdiam diri menantikan jawaban dari Tuhan dalam bertindak dan melangkah, berdiam dalam segala penantiannya di tengah kebimbangan dan kelemahannya. Saat waktu Nya tiba benar-benar mendatangkan kebaikan, bisa dibayangkan klo Ester bertindak gegabah, pongah dan tanpa perintah dari Dia…bisa-bisa yagn terjadi adalah hal mengerikan ; bangsa Yahudi di punahkan, Mordekhai disulakan, Ester dihukum mati dan Haman bersorak sorai dalam kegilaan kekuasaannya. Namun, dalam kerendahan hati menantikan jawaban dari Tuhan semuanya terkendali dan membawa kebaikan damai sejahtera.

Tuhan…ajar aku agar bisa meneladani Ratu Ester… menjadi perempuan yang berkenan di hati Tuhan. Yang bisa tetap tenang dalam doa menyerahkan segalanya dalam masa penantian-penantian hidup ini, dan bertindak dengan benar sesuai kehendakMu. Ajar aku Bapa… menjadi seorang wanita yang takut akan Engkau, yang terbeban membawa keluargaku, orang-orang yang kusayangi untuk lebih dekat lagi kepadaMu…

Meneladani Ratu Ester… !!!

Sebuah Refleksi…

Cinta tak akan memberimu apa-apa, kecuali keseluruhan hidupnya.

Seutuhnya…

Cinta juga tidak mengambil apa-apa, kecuali dirinya sendiri.

Cinta tidak memiliki ataupun dimiliki

Karena cinta telah cukup untuk dirinya sendiri

 (Khalil Gibran)

 

Love is not about “it’s your fault”, but “I’m sorry.”

          Not “where are you”, but “I’m right here.”

          Not “how could you”, but “I’m understand.”

Not “I wish you were”, but “I’m thankful you are.”

« Previous entries