All Things Happen for Reasons…

All Things Happen for Reasons…


Semua yang terjadi karena suatu alasan…
Semua yang terjadi punya alasan…

Dalam hidup manusia, tak terkecuali siapapun, sebenarnya nggak akan pernah luput dari kegagalan dan keberhasilan, cerita suka dan duka, tawa dan air mata, kekecewaan dan kebahagiaan…yang selalu datang silih berganti menghiasi hari-hari dalam hidup ini… Tergantung jumlahnya banyak atau sedikit, sering atau jarang…yang jelas semua orang mengalami jatuh dan bangun dalam hidupnya.

Bersyukur dalam segala sesuatunya yang terjadi dalam hidup ini… karena saat kegagalan itu begitu menyakitkan saat itu pula kita bisa merasakan indahnya keberhasilan yang sudah kita raih selama ini…karena saat airmata itu terhapus, saat itu pula senyum itu merekah… karena setelah hujan badai deras menakutkan reda akan muncul pelangi yang indah mewarnai langit dan senyum matahari yang menghangatkan bumi akan datang…

Tuhan itu sangat adil dalam menciptakan seluruh rangkaian kisah di bumi ini…

Sekarang tergantung pada kita, bagaimana kita menyikapi setiap kisah-kisah itu.
Saat kegagalan itu datang, apakah kita larut dalam kesedihan, keterpurukan dan airmata yang sia-sia mengalir tanpa pembaharuan, tanpa mengerti kenapa saya hari ini gagal, tanpa menemukan solusi untuk menghadapi kegagalan2 berikutnya…. Atau di saat kegembiraan itu datang, tawa itu berlalu begitu saja bahkan berlabuh pada satu titik kecongkakan dan lupa diri… Ku akui, saat kemarin, jujur dari dalam hatiku menilai diriku… Aku ada pada tahap ini, aku ada pada satu kondisi dimana sebenarnya hidup ini tidak pernah kunikmati kemana akan mengalir dan berlabuh. Semuanya ku lalui begitu saja, kalau sedih yach menangis, klo senang yach tertawa…

Hingga pada satu titik balik, saat harapan yang begitu tinggi akhirnya hancur lebur, hingga aku kehilangan kendali atas hidupku dan takut untuk melihat apakah masih ada harapan untuk esok… sebuah bisikan seseorang lewat rangkaian kalimat sebuah email menyadarkan aku… Bahwa seluruh yang terjadi di bumi ini, pasti punya alasan… Saat ini aku berhadapan dengan cermin, berbicara pada diriku sendiri, menangis bukan karena sakitnya gagal tapi menangis karena kenapa baru di usiaku ini aku sadar bahwa hidup yang sebenarnya adalah bukan hidup yang sekedar hidup…

Berbagai pertanyaan ku hadapkan pada diriku sendiri:
Kenapa aku gagal hari kemarin?
Siapa sebenarnya aku ini?
Apa yang kuperjuangkan dalam hidup ini?
Apakah aku sudah berarti buat orang lain?
Dimana aku saat ini?
Sudah siapkah aku mati saat ini dan bertemu dengan Dia memberi pertanggungjawaban atas hidup yang ku jalani selama ini?
Layakkah aku lulus dengan IPK >3, tepat waktu dan menyandang gelar sarjana?
Perusahaan mana yang akan merekrut aku dan dimana sebenarnya aku layak?
Apa yang bisa kubanggakan dari diriku?
Sungguh selama ini sebenarnya aku menjalani hari demi hari, pagi berganti siang kemudian malam tiba dan kembali lagi bangun di pagi hari, hanya sebagai sebuah rutinitas hidup… Sampai pada akhirnya, aku dihadapkan pada kondisi yang menuntut karakter diriku, aku ga siap…

Yach, itulah aku seorang Dameria Simanjuntak kemarin… tapi hari ini aku ga mau sama… Aku mau merubah hidupku menjadi sesuatu yang baru… Karena aku yakin Pencipta-ku menciptakanku bukan sekedar menjadi manusia yang biasa-biasa saja, Dia sempurna…maha sempurna dan aku yakin Dia ingin ciptaannya jadi ciptaan yang sempurna di bumi ini… Selama ini aku sudah mengecewakanNya, namun saat ini dan seterusnya sampai Dia memanggilku kelak, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan hidup ini…

Mungkin kemarin aku nggak kenal dengan siapa diriku sendiri, tapi hari ini dan seterusnya hidupku akan kukendalikan bersama Dia… Aku ingin berarti sebelum aku mati dan menghadap Dia dan mempertanggungjawabkan semua kisah hidupku di dunia ini…

Mungkin, untuk alasan inilah, kegagalan kemarin harus kualami walau terasa sakit, agar aku mengerti apa arti hidup ini sebenarnya, agar aku mengenal siapa diriku sebenarnya, agar aku segera memperbaiki diriku dan agar aku tahu kalau aku sudah terlalu lama mengecewakan Dia…Penciptaku… My Lord…

Kembalilah tersenyum, karena harapan itu sungguh ada di dalam Dia dan bersiap-siaplah hadapi tantangan-tantangan hidup berikutnya, semuanya akan menempa kita untuk lebih dewasa lagi dan pada akhirnya bisa berguna dan jadi berkat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: