Try to mend the broken heart

When I decide to give my heart, I’ll give it completely without holding back.
But,why is so easy to be hurt?

Dalam seribu tanya di dalam hati,akhirnya dalam kepenatan hati,ku berbisik padaNya dalam doaku dan seakan hatiku terangkat padaNya sambil Dia berbisik…

Amsal 3:5: “Percayalah pada Tuhan dengan segenap hatimu…”

Ketika kita percaya pada Tuhan dengan segenap hati, berarti kita tidak menyimpan sisa hati untuk percaya kepada manusia. Tidak kepada orang lain, maupun pada diri sendiri.
Hati itu adalah perangkat terlunak yang dianugerahkan Tuhan pada manusia, dan satu2nya cara kita untuk menjaganya adalah dengan menyerahkannya kepada Tuhan.
Saat kita benar2 mengerti apa artinya kasih, barulah kita siap untuk membagikan kasih kepada manusia lain.
Bukan berarti kita tidak akan sakit hati… Tidak mungkin kita tidak disakiti saat mencintai. Tapi, saat itu, kasih kita sudah sepaket dengan buah2 roh lainnya : sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.
We can endure heartbreaks, and even, be resilient to hatred (which a usual effect of heartbreak).

Puji Tuhan, sekarang aku tidak berpikir untuk membenci dia agar lebih mudah melupakannya. Karena tidak ada momen yang perlu dilupakan. Semuanya akan menjadi kenangan indah bagiku di masa depan. Entah bagaimana pun masa depanku nanti, baik ketika aku membina hubungan cinta berikutnya, ataupun bila aku akhirnya tetap bersamanya.

Yah, bukannya aku terus2an bersukacita dan think positively sih, ada kalanya berpikir “why me, O God?” atau “how dare he did that to me!”. Tapi pikiran2 itu ga bertahan lama, karena aku masih punya iman dan pengharapan. Iman pada Bapa yang terus menguatkan aku dalam melewati “Api”-nya ini, dan pengharapan bahwa Tuhan menyimpan rencana yang luar biasa untukku, dan semua rasa sakit ini adalah trainingnya dalam menyiapkan diriku untuk menjadi murid-Nya yang lebih taat dan lebih excellent lagi di Mata-Nya.

And now, I’m very thankful for the newly heartbreaks that I have to experience. Because for every tears that fall (and there’re thousands. wkwkwk), there’s a quality lesson of relationship.

Ps. Kadang aku malah berpikir.. aku belajar lebih banyak, menulis lebih banyak, mendapat lebih banyak inspirasi dari sakit hati dan patah hati, dibanding ketika lagi senang2nya jatuh cinta.

Pps. Tapi yah Tuhanku.. jgn sakit ati terus donk… sekali2 berhasil kenapa…. huhuhu.. love is just not my forte…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: